Umbul Manten

UMBUL MANTEN

Air di Umbul Manten yang sangat jernih

Selain ayam bakar dan Sop Ayam Pak Min, kota Klaten bersinar ini juga terkenal dengan banyak umbulnya terutama ke arah daerah Polanharjo. Banyak sekali umbul-umbul di Klaten yang sedang hitz seperti Umbul Ponggok, Umbul Kapilaler (atau biasa disebut Umbul Aqua), Umbul Cokro, dan ada juga Umbul Manten. Dan kali ini kita bakal ngebahas Umbul Manten. Cmiww~

Lokasi Umbul Manten
Umbul ini berlokasi di Dusun Janti, Kelurahan janti, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Umbul Ponggok. Kalo kalian anak Klaten dan tahu pemancingan Janti yang ada pesawatnya, nah di deket situ gaess wkwk.

Posisi Umbul berada ditegah rerimbunan pohon besar, dimana pohon-pohon tersebut berada mengelilingi umbul dan pohon tersebut oleh masyarakat sekitar disebut sebagai pohon Ipik. Pohon tersebut memiliki struktur yang hampir mirip dengan pohon beringin, tinggi dan besar dengan daun rimbun.
Untuk menuju lokasi, dari tempat  parkir hingga ke lokasi umbul anda membutuhkan sedikit tracking selama beberapa menit saja. Oleh karena itu persiapkan alas kaki yang tepat untuk menuju lokasi karena jalanan bisa jadi licin apabila hujan mengguyur.
Untuk menuju ke Umbul Manten dari pusat kota Yogyakarta, kalian bisa mulai dari Jalan Pasar Kembang, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ambil jalur yang melintasi Jl. Langensari dan Jl. LaksdaAdisucipto kemudian lanjut pada jalur Jl. Raya Solo di Maguwoharjo. Apabila lalulintas lancar, adaakan melewati jalur sepanjang 8 km ini selama 20 menit.

Kolam di Umbul Manten
Umbul Manten hanyalah sebuah kolam kecil dengan kedalaman yang pendek tetapi memiliki kejernihan air layaknya kaca. Bagi yang tidak percaya bisa langsung datang berkunjung untuk membuktikannya. Dengan kedalaman Umbul Manten Jawa Tengah adalah 1,5 meter cukup membuat pengunjung puas didalamnya. Kolamnya sendiri berukuran panjang 70 meter dengan lebar 40 meter. Umbul Manten kedalaman 1,5 meter bisa digunakan sebagai lokasi foto underwater dan menjadi favorit para pengunjung.

Suasananya yang dapat dirasakan disini sangat damai dan tenang, dikelilingi pohon yang besar dan sangat tinggi menjadikan tempat ini menjadi sangat rindang dan udara segar selalu tersedia dengan baik. Akar dari pohon ini sangat besar menaungi dasar kolam, saat menyelam rasanya pengunjung dihadapkan di suasana pedalaman Kalimantan. Bagi yang tidak tahu spesies tumbuhan akan menyangka bahwa pohon ini adalah pohon beringin, padahal ini adalah pohon Ipik.
Air yang tersaji memiliki kesegaran yang sangat khas, layaknya kesegaran itu setara dengan saat kita merasa sangat haus dan akhirnya menemukan air es dan mulai meminumnya. Seperti itulah kesegaran yang akan pengunjung rasakan kira-kira. Bagi yang ingin melepas penat, wisata ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Air yang ada di Umbul Manten berasal dari Umbul Peteng dan Umbul Pelem. Air yang ada terus mengalir dari dasar kolam sehingga kejernihan tetap terjaga. Dan jika ada yang ingin mendapatkan foto Umbul Manten, akan lebih baik menggunakan kamera underwater, karena gambar Umbul Manten yang dihasilkan pasti jauh lebih baik dan indah tentunya.
Umbul Manten sendiri mulai terkenal sekitar tahun 2005 lalu, dan kebanyakan pengunjung akan datang saat akhir pekan atau waktu libur tiba. Biasanya juga menjadi tempat untuk melakukan padusan sebelum bulan Ramadhan tiba. Tapi sayang sekali, dengan banyaknya pengunjung yang datang juga membuat banyak sampah dilokasi Umbul Manten. Lebih tepatnya di ujung kolam Umbul Manten.
Sejarah Umbul Manten
Untuk Umbul manten, diceritakan konon dulunya sepasang pengantin baru yang baru saja menikah diberi petuah oleh orang tuanya untuk tidak keluar rumah menjelang senja(magrib) tiba sebelum 40 hari menikah. Namun, pasangan tersebut justru melangkah petuah orang tua mereka, sebelum 40 hari lewat mereka keluar rumah ketika senja mulai datang.
Sang suami berjala mendahului sang istri, namun ketika ia menengok ke belakang untuk mencari keberadaan istrinya ia tak menemukannya. Kejanggalan tersebut juga dialami oleh sang istri, ia tak menemukan calon suaminya yang berjalan mendahuluinya. Lokasi tempat menghilangnya dua insan tersebutlah yang saat ini dinamakan sebagai umbul manten. Lokasi dimana dua calon pengantin saling kehilangan dan tidak pernah bertemu kembali.
Umbul Manten Konon dulunya berasal dari 2 buah sumber mata air. Dimana kedua sumber air tersebut dikenal dengan nama Umbul Peteng dan Umbul Pelem. Oleh masyarakat sekitar, dua umbul tersebut dulunya juga disebut sebagai Umbul Lanang yang berarti laki-laki dan Umbul Wadon yang berarti perempuan.
Ada banyak versi cerita mengenai kedua umbul itu, ada yang mengatakan bahwa Umbul Lanang adalah Umbul Pelem, ada juga yang mengatakan bahwa Umbul Lanang adalah Umbul Peteng. Juga ada versi lainnya yang menyatakan jika Umbul Lanang adalah Umbul Pelem sedangkan Umbul Wadon merupakan Umbul Peteng.
Dikatakan jika dahulunya Umbul Pelem ini berada tepat di tepi jalan, sedangkan Umbul Peteng sendiri berada lumayan jauh dari tepi jalan. Umbul Peteng terletak di sebelah selatan umbul Pelem, dan mengapa namanya Umbul Pelem ?. Karena konon umbul didekat umbul tersebut tumbuh pohon mangga yang dalam bahasa jawa berarti “Pelem”, dari situlah nama Umbul Pelem muncul.
Harga Tiket Masuk
Untuk tiket masuknya sebesar Rp 5.000, dan untuk biaya parkir Rp 3.000.


Sumber:

Foto: Dokumentasi Pribadi Penulis

Komentar