Umbul Manten
UMBUL MANTEN
![]() |
| Air di Umbul Manten yang sangat jernih |
Selain ayam bakar dan Sop Ayam Pak Min, kota Klaten bersinar ini juga
terkenal dengan banyak umbulnya terutama ke arah daerah Polanharjo. Banyak
sekali umbul-umbul di Klaten yang sedang hitz seperti Umbul Ponggok, Umbul
Kapilaler (atau biasa disebut Umbul Aqua), Umbul Cokro, dan ada juga Umbul
Manten. Dan kali ini kita bakal ngebahas Umbul Manten. Cmiww~
Lokasi Umbul Manten
Umbul ini berlokasi di Dusun Janti, Kelurahan janti, Kecamatan
Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Umbul
Ponggok. Kalo kalian anak Klaten dan tahu pemancingan Janti yang ada
pesawatnya, nah di deket situ gaess wkwk.
Posisi Umbul berada ditegah
rerimbunan pohon besar, dimana pohon-pohon tersebut berada mengelilingi umbul
dan pohon tersebut oleh masyarakat sekitar disebut sebagai pohon Ipik. Pohon
tersebut memiliki struktur yang hampir mirip dengan pohon beringin, tinggi dan
besar dengan daun rimbun.
Untuk menuju lokasi, dari tempat parkir hingga ke lokasi umbul
anda membutuhkan sedikit tracking selama beberapa menit saja. Oleh karena itu
persiapkan alas kaki yang tepat untuk menuju lokasi karena jalanan bisa jadi
licin apabila hujan mengguyur.
Kolam di Umbul Manten
Umbul Manten hanyalah sebuah kolam kecil
dengan kedalaman yang pendek tetapi memiliki kejernihan air layaknya kaca. Bagi
yang tidak percaya bisa langsung datang berkunjung untuk membuktikannya. Dengan
kedalaman Umbul Manten Jawa Tengah adalah 1,5 meter cukup membuat pengunjung
puas didalamnya. Kolamnya sendiri berukuran panjang 70 meter dengan lebar 40
meter. Umbul Manten kedalaman 1,5 meter bisa digunakan sebagai lokasi foto underwater
dan menjadi favorit para pengunjung.
Suasananya
yang dapat dirasakan disini sangat damai dan tenang, dikelilingi pohon yang
besar dan sangat tinggi menjadikan tempat ini menjadi sangat rindang dan udara
segar selalu tersedia dengan baik. Akar dari pohon ini sangat besar menaungi
dasar kolam, saat menyelam rasanya pengunjung dihadapkan di suasana pedalaman
Kalimantan. Bagi yang tidak tahu spesies tumbuhan akan menyangka bahwa pohon
ini adalah pohon beringin, padahal ini adalah pohon Ipik.
Air yang tersaji memiliki kesegaran yang sangat khas, layaknya
kesegaran itu setara dengan saat kita merasa sangat haus dan akhirnya menemukan
air es dan mulai meminumnya. Seperti itulah kesegaran yang akan pengunjung
rasakan kira-kira. Bagi yang ingin melepas penat, wisata ini bisa menjadi
pilihan yang tepat. Air yang ada di Umbul Manten berasal dari Umbul Peteng dan
Umbul Pelem. Air yang ada terus mengalir dari dasar kolam sehingga kejernihan
tetap terjaga. Dan jika ada yang ingin mendapatkan foto Umbul Manten, akan
lebih baik menggunakan kamera underwater, karena gambar Umbul Manten yang
dihasilkan pasti jauh lebih baik dan indah tentunya.
Umbul Manten sendiri mulai terkenal sekitar tahun 2005 lalu, dan
kebanyakan pengunjung akan datang saat akhir pekan atau waktu libur tiba.
Biasanya juga menjadi tempat untuk melakukan padusan sebelum bulan Ramadhan
tiba. Tapi sayang sekali, dengan banyaknya pengunjung yang datang juga membuat
banyak sampah dilokasi Umbul Manten. Lebih tepatnya di ujung kolam Umbul
Manten.
Sejarah Umbul Manten
Untuk Umbul manten, diceritakan konon dulunya sepasang pengantin baru
yang baru saja menikah diberi petuah oleh orang tuanya untuk tidak keluar rumah
menjelang senja(magrib) tiba sebelum 40 hari menikah. Namun, pasangan tersebut
justru melangkah petuah orang tua mereka, sebelum 40 hari lewat mereka keluar
rumah ketika senja mulai datang.
Umbul Manten Konon dulunya
berasal dari 2 buah sumber mata air. Dimana kedua sumber air tersebut dikenal
dengan nama Umbul Peteng dan Umbul Pelem. Oleh masyarakat sekitar, dua umbul
tersebut dulunya juga disebut sebagai Umbul Lanang yang berarti laki-laki dan
Umbul Wadon yang berarti perempuan.
Ada banyak versi cerita
mengenai kedua umbul itu, ada yang mengatakan bahwa Umbul Lanang adalah Umbul
Pelem, ada juga yang mengatakan bahwa Umbul Lanang adalah Umbul Peteng. Juga
ada versi lainnya yang menyatakan jika Umbul Lanang adalah Umbul Pelem
sedangkan Umbul Wadon merupakan Umbul Peteng.
Dikatakan jika dahulunya
Umbul Pelem ini berada tepat di tepi jalan, sedangkan Umbul Peteng sendiri
berada lumayan jauh dari tepi jalan. Umbul Peteng terletak di sebelah selatan
umbul Pelem, dan mengapa namanya Umbul Pelem ?. Karena konon umbul didekat
umbul tersebut tumbuh pohon mangga yang dalam bahasa jawa berarti “Pelem”, dari
situlah nama Umbul Pelem muncul.
Harga Tiket Masuk
Untuk
tiket masuknya sebesar Rp 5.000, dan untuk biaya parkir Rp 3.000.
Sumber:
Foto: Dokumentasi Pribadi
Penulis

Komentar
Posting Komentar